Yakir Aharonov dan David Bohm (1959) memprediksi: elektron yang melewati dua celah di sekitar solenoid (medan magnet terkurung di dalam solenoid) akan menunjukkan pola interferensi yang bergeser ketika arus solenoid dinyalakan — meskipun elektron tidak pernah memasuki daerah bermedan magnet.
Eksperimen mengkonfirmasi prediksi ini. Implikasinya revolusioner: potensial vektor A (yang selama ini dianggap hanya alat matematis tanpa makna fisik langsung) ternyata memiliki efek fisik nyata. Ini menunjukkan bahwa dalam mekanika kuantum, potensial bukan sekadar konstruksi matematis — ia berpengaruh pada fase gelombang kuantum bahkan di daerah tanpa medan.
← Kembali ke Daftar Paradoks