Walter Kauzmann (1948) mengamati: ketika cairan didinginkan melewati titik beku tanpa mengkristal (supercooled liquid), entropinya menurun lebih cepat dari padatan kristal. Jika diekstrapolasi, ada suhu (Kauzmann temperature T_K) di mana entropi cairan sama dengan padatan — dan di bawah itu entropi cairan lebih rendah, yang mustahil secara termodinamis.
Ini menjadi motivasi untuk memahami transisi kaca (glass transition): cairan pasti mengalami transisi sebelum mencapai T_K — baik mengkristal atau membentuk kaca. Paradoks Kauzmann mendorong penelitian tentang lanskap energi (energy landscape) dalam cairan dan teori dinamika molekular amorf, relevan dalam desain material kaca dan plastik.
← Kembali ke Daftar Paradoks