Carl Sagan dan George Mullen (1972) merumuskan: model evolusi bintang memprediksi matahari purba jauh lebih redup. Dengan luminositas itu, suhu rata-rata Bumi seharusnya di bawah titik beku selama 2 miliar tahun pertama. Namun ada bukti fosil kehidupan berusia 3.5+ miliar tahun dan batuan sedimen (membutuhkan air cair) berusia 4 miliar tahun.
Hipotesis resolusi yang diajukan: (1) konsentrasi gas rumah kaca (CO₂, metana, NH₃) jauh lebih tinggi di atmosfer purba, (2) tekanan atmosfer lebih tinggi, (3) bulan lebih dekat menghasilkan pasang surut yang menghangatkan, (4) albedo Bumi lebih rendah. Belum ada konsensus tunggal — ini tetap salah satu pertanyaan terbuka terbesar dalam ilmu Bumi.
← Kembali ke Daftar Paradoks