Aaron Smuts mengidentifikasi: suspense secara definisi bergantung pada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi. Namun kita bisa merasakan suspense yang genuine saat menonton ulang thriller yang akhirnya sudah kita hafal. Bahkan bisa lebih intens karena kita tahu betapa dekatnya protagonis dengan bahaya.
Solusi yang diajukan: imaginative resistance theory (kita secara imajinatif menangguhkan pengetahuan kita), emotional memory theory (emosi dipicu oleh representasi naratif bukan oleh keyakinan tentang fakta), dan moment-to-moment uncertainty (kita tidak ingat persis kapan bahaya akan terjadi). Relevan dalam teori estetika dan psikologi narasi — mengapa storytelling tetap efektif meski sudah diketahui hasilnya.
← Kembali ke Daftar Paradoks