Problem of Evil

← paradoks.kyo.fyi

Epicurus merumuskan dilemma: Tuhan ingin mencegah kejahatan tapi tidak mampu (tidak mahakuasa), atau mampu tapi tidak mau (tidak maha baik), atau keduanya, atau tidak keduanya. Leibniz menyebutnya sebagai theodicy — pembenaran Tuhan dalam menghadapi kejahatan.

Respons teologis utama: free will defense (Alvin Plantinga) — Tuhan mengizinkan kejahatan agar manusia memiliki kehendak bebas; soul-making theodicy (John Hick) — penderitaan memungkinkan pertumbuhan moral; greater good — penderitaan adalah bagian dari rencana yang lebih besar. Ateisme filosofis menggunakan problem of evil sebagai argumen terkuat. Perdebatan berlanjut — tidak ada resolusi yang memuaskan semua pihak.

← Kembali ke Daftar Paradoks