Dalam logika klasik, berlaku prinsip ex contradictione quodlibet: dari kontradiksi, apa saja bisa disimpulkan. Jika kita menerima bahwa "Bumi itu datar" dan "Bumi tidak datar" keduanya benar, maka secara formal kita bisa membuktikan bahwa "Bulan terbuat dari keju" — karena sistem sudah runtuh.
Ini problematik dalam penalaran sehari-hari dan sistem hukum. Solusinya adalah paraconsistent logic — sistem logika yang mampu menangani kontradiksi tanpa semuanya meledak. Relevan juga dalam kecerdasan buatan dan database yang mungkin mengandung data yang saling bertentangan.
← Kembali ke Daftar Paradoks