Paradox of Place

← paradoks.kyo.fyi

Zeno (melalui Aristoteles): semua yang ada berada di tempat. Jika tempat itu ada, maka tempat itu sendiri berada di tempat lain. Dan seterusnya — tak terbatas tempat yang diperlukan. Ini tampaknya menyimpulkan bahwa tempat tidak bisa ada, atau regres adalah nyata.

Aristoteles merespons dengan membedakan antara tempat sebagai batas (containing surface) bukan sebagai wadah tersendiri. Dalam fisika modern, ruang bukan entitas yang berdiri sendiri melainkan properti relasional antara benda-benda. Relativitas umum Einstein menggambarkan ruang-waktu sebagai medan yang bisa melengkung — bukan "wadah" yang membutuhkan wadah lain untuk eksis.

← Kembali ke Daftar Paradoks