Eksperimen paling terkenal dalam fisika: elektron (atau foton) tunggal ditembakkan ke layar dengan dua celah. Meski hanya satu partikel, pola interferensi terbentuk di layar detektor — menunjukkan partikel melewati kedua celah secara bersamaan sebagai gelombang probabilitas. Namun jika detektor dipasang untuk mengetahui partikel melewati celah mana, pola interferensi hilang dan partikel berperilaku seperti bola klasik.
Ini adalah inti dari masalah pengukuran dalam mekanika kuantum: tindakan pengamatan mengubah sistem yang diamati. Interpretasi bervariasi — Copenhagen (fungsi gelombang kolaps saat diukur), Many-worlds (semua kemungkinan terjadi di alam semesta berbeda), relasional (superposisi hanya relatif terhadap pengamat). Tidak ada konsensus setelah lebih dari 90 tahun.
← Kembali ke Daftar Paradoks