Olbers' Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Heinrich Wilhelm Olbers (1823) merumuskan: dalam alam semesta tak terbatas yang homogen dan stasioner, setiap arah pandang akan berakhir di permukaan bintang. Langit seharusnya bercahaya merata seterang matahari. Namun langit malam gelap.

Resolusinya melibatkan beberapa fakta kosmologi modern: (1) alam semesta memiliki usia terbatas (~13.8 miliar tahun) — cahaya dari bintang sangat jauh belum sempat sampai; (2) alam semesta mengembang — cahaya dari galaksi jauh teredshift ke inframerah dan gelombang radio, keluar dari spektrum tampak; (3) bintang-bintang tidak abadi. Paradoks ini menjadi salah satu argumen historis awal untuk alam semesta yang berevolusi, bukan stasioner.

← Kembali ke Daftar Paradoks