Galileo mengamati: bilangan kuadrat (1, 4, 9, 16...) terasa lebih sedikit dari bilangan asli. Namun setiap bilangan asli n berpasangan tepat dengan kuadratnya n². Relasi satu-satu ini tampak menyatakan keduanya sama banyak. Galileo menyimpulkan: konsep "lebih banyak" dan "lebih sedikit" tidak berlaku untuk himpunan tak terhingga.
Dua abad kemudian, Cantor mengembangkan ini menjadi teori kardinalitas: himpunan yang bisa dipasangkan satu-satu memiliki kardinalitas yang sama (equinumerous). Tapi Cantor juga membuktikan ada tingkatan ketidakhinggaan — bilangan real jauh lebih banyak dari bilangan asli, meski keduanya tak terbatas.
← Kembali ke Daftar Paradoks