D'Alembert's Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Jean le Rond d'Alembert (1752) membuktikan secara matematis: untuk fluida ideal (tidak viskos, tidak termampatkan, aliran irrotasional), gaya hambat (drag) pada benda apapun adalah nol. Namun bola yang dilempar ke udara jelas mengalami hambatan.

Resolusinya diberikan oleh Prandtl (1904) melalui teori boundary layer: lapisan tipis fluida dekat permukaan benda di mana viskositas (sekecil apapun) sangat penting. Di luar lapisan ini, asumsi ideal berlaku. Di dalam lapisan ini, viskositas menciptakan hambatan dan akhirnya pemisahan aliran. Paradoks ini memotivasi pengembangan mekanika fluida modern dan aerodinamika.

← Kembali ke Daftar Paradoks