Fenomena ini terdokumentasi di pertanian global: setelah penyemprotan pestisida, populasi hama target sering kali pulih ke tingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Penyebabnya multifaktorial: (1) pestisida membunuh predator alami hama lebih efektif daripada hama itu sendiri; (2) hama yang resisten berkembang biak tanpa kompetisi; (3) eliminasi kompetitor interspesifik.
Paradoks ini mendorong pengembangan Integrated Pest Management (IPM) — strategi yang mengombinasikan kontrol biologis, rotasi tanaman, dan pestisida hanya sebagai pilihan terakhir. Juga mendorong penelitian bioinsektisida (Bt toxin) dan tanaman transgenik tahan hama yang lebih selektif. Relevan dalam ketahanan pangan global dan keberlanjutan pertanian.
← Kembali ke Daftar Paradoks