Mpemba Effect

← paradoks.kyo.fyi

Erasto Mpemba, siswa SMA Tanzania, mengamati bahwa campuran es krim panas membeku lebih cepat dari yang dingin (1963) — dan melaporkannya kepada Denis Osborne yang kemudian mempublikasikannya (1969). Fenomena serupa dicatat oleh Aristoteles, Bacon, dan Descartes.

Mekanisme yang diusulkan: pendinginan evaporatif (air panas menguap lebih banyak, volume berkurang), perbedaan konveksi, dissolved gas yang keluar dari air panas, perbedaan struktur hidrogen dalam air panas vs dingin. Studi terbaru (2016, 2020) menunjukkan Mpemba Effect memang nyata dalam kondisi tertentu tapi tidak universal — bergantung pada geometri wadah, komposisi air, dan kondisi eksperimen. Debat masih berlanjut.

← Kembali ke Daftar Paradoks