Gibson's Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Alfred Gibson (1923) mengamati bahwa dalam data historis jangka panjang (abad 18-20), tingkat bunga berkorelasi kuat dengan level harga umum, bukan dengan laju perubahan harga (inflasi). Secara teori, Irving Fisher memprediksi tingkat bunga nominal harus berkorelasi dengan inflasi (Fisher effect) — bukan level harga.

Keynes menyebutnya sebagai salah satu fakta paling pasti dan paling misterius dalam ekonomi. Penjelasan yang diajukan meliputi: efek likuiditas, dinamika standar emas, dan hubungan antara produktivitas dan harga komoditas riil. Dengan berakhirnya standar emas, paradoks ini sebagian memudar dari relevansi empirisnya, namun tetap menjadi contoh anomali statistik yang menantang teori dominan.

← Kembali ke Daftar Paradoks