Gauti Eggertsson (2010) mengembangkan Keynesian paradox di era zero lower bound: normalnya, peningkatan produktivitas tenaga kerja atau penurunan pajak tenaga kerja meningkatkan output. Namun ketika suku bunga terjebak di nol (seperti pasca-krisis 2008), peningkatan produktivitas menurunkan harga, meningkatkan real interest rate yang sudah tinggi, mengurangi permintaan agregat, dan akhirnya menurunkan output dan lapangan kerja.
Paradoks ini menjelaskan mengapa kebijakan "supply-side" seperti deregulasi dan fleksibilitas pasar tenaga kerja bisa kontraproduktif dalam kondisi liquidity trap. Relevan dalam debat tentang kebijakan Jepang selama "lost decades" dan respons Eropa terhadap krisis 2008-2012.
← Kembali ke Daftar Paradoks