Robert Giffen (~1890) mengamati bahwa selama kelaparan Irlandia, konsumsi roti meningkat meski harganya naik. Penjelasannya: roti adalah barang inferior yang mengonsumsi sebagian besar anggaran orang miskin. Ketika harga roti naik, orang terlalu miskin untuk membeli protein lain — sehingga membeli lebih banyak roti untuk mengisi kalori. Efek pendapatan (negatif) mendominasi efek substitusi.
Keberadaan barang Giffen dalam dunia nyata lama diperdebatkan — banyak ekonom skeptis. Studi Jensen-Miller (2007) di Cina mengkonfirmasi secara eksperimental: beras di Hunan dan gandum di Gansu menunjukkan perilaku Giffen sejati di kalangan miskin. Relevan dalam desain program subsidi pangan dan memahami perilaku konsumen ekstrem dalam kemiskinan.
← Kembali ke Daftar Paradoks