Deaton Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Angus Deaton (Nobel Ekonomi 2015) menemukan: teori pendapatan permanen (Friedman) memprediksi konsumsi berubah saat ekspektasi pendapatan jangka panjang berubah, bukan saat pendapatan sementara berfluktuasi. Namun data menunjukkan konsumsi kurang responsif bahkan terhadap perubahan pendapatan permanen — terlalu mulus dibanding prediksi teori.

Paradoks ini mendorong revisi model makroekonomi konsumsi: liquidity constraints (tidak semua orang bisa meminjam bebas), kehati-hatian (precautionary saving), dan buffer-stock saving behavior. Implikasinya untuk kebijakan fiskal: stimulus konsumsi mungkin lebih efektif dari teori neoklasik prediksi karena banyak rumah tangga constrained oleh likuiditas.

← Kembali ke Daftar Paradoks