Paradox of Free Will

← paradoks.kyo.fyi

Dilema klasik: jika setiap tindakan memiliki sebab yang cukup (deterministik), maka tidak ada yang bisa berbeda dari yang terjadi — kita tidak memiliki kendali nyata. Jika ada keacakan (indeterministik, seperti dalam mekanika kuantum), tindakan kita tidak ditentukan oleh karakter dan niat kita — mereka acak, bukan bebas.

Kompatibilisme (Hume, Kant, Frankfurt) berargumen bahwa kehendak bebas kompatibel dengan determinisme: kebebasan berarti bertindak sesuai dengan keinginan dan karakter sendiri, bukan bertindak tanpa sebab. Hard incompatibilism menolak keduanya. Paradoks ini relevan dalam hukum (pertanggungjawaban pidana), moralitas (pujian dan celaan), dan desain sistem AI yang otonom.

← Kembali ke Daftar Paradoks