Paradox of Plenty

← paradoks.kyo.fyi

Richard Auty (1993) mengkodifikasi: Nigeria (minyak), Kongo (mineral), Venezuela (minyak) — semua kaya sumber daya, semua mengalami stagnasi atau kemunduran ekonomi. Sementara Jepang, Korea Selatan, dan Singapura — miskin sumber daya alam — menjadi kekuatan ekonomi. Korelasi negatif antara kelimpahan sumber daya dan pembangunan.

Mekanisme yang diidentifikasi: Dutch Disease (boom komoditas menguatkan mata uang, merusak sektor manufaktur dan pertanian), rent-seeking (elite bersaing merebut rente sumber daya alih-alih menciptakan nilai), lemahnya institusi (pemerintah tidak bergantung pada pajak warga sehingga tidak akuntabel), dan konflik atas penguasaan sumber daya. Pengecualian: Botswana (berlian), Norwegia (minyak) — menunjukkan kutukan bisa dihindari dengan institusi yang kuat.

← Kembali ke Daftar Paradoks