Gijsbert Stoet dan David Geary (2018) melaporkan: negara-negara Skandinavia dengan indeks kesetaraan gender tertinggi memiliki persentase perempuan di bidang STEM yang lebih rendah dibanding negara berkembang seperti Algeria atau Albania. Lebih banyak kebebasan menghasilkan lebih banyak perbedaan pilihan.
Hipotesis yang diajukan: ketika kebutuhan dasar terpenuhi dan kebebasan pilihan meningkat, perbedaan preferensi intrinsik menjadi lebih nyata. Di negara yang kurang setara, perempuan memilih STEM karena keamanan ekonomi, bukan karena minat. Paradoks ini memicu perdebatan sengit tentang origin perbedaan gender — nature vs nurture — dan kebijakan afirmasi gender dalam pendidikan sains.
← Kembali ke Daftar Paradoks