Zeno dari Elea (~450 SM) menyusun beberapa paradoks untuk mendukung guru Parmenides bahwa pluralitas dan gerak adalah ilusi. Yang paling terkenal: Achilles dan Kura-kura, Dikotomi, Panah Terbang. Inti argumennya: membagi ruang atau waktu ke tak terbatas bagian menghasilkan jumlah yang tampak tak terbatas — sehingga gerak mustahil diselesaikan.
Paradoks ini tampak terpecahkan oleh matematika modern melalui konvergensi deret geometri: Σ(1/2ⁿ) = 1. Waktu tak terbatas yang semakin kecil bisa berjumlah terbatas. Namun secara filosofis, perdebatan belum selesai: apakah alam semesta fisik benar-benar kontinu, atau diskrit seperti dalam fisika quantum?
← Kembali ke Daftar Paradoks