George Gabriel Stokes (1851) menemukan bahwa persamaan untuk aliran viskos pada bilangan Reynolds sangat rendah (creeping flow) di sekitar silinder 2D tidak memiliki solusi yang terbatas di jauh dari silinder. Paradoks: mengapa 2D berbeda dari 3D?
Penyebabnya: dalam 2D, gangguan kecepatan akibat silinder meluruh sangat lambat (logaritmik) sehingga tidak bisa dijadikan nol di tak terhingga. Dalam 3D, gangguan meluruh cukup cepat (1/r). Solusi dalam 2D membutuhkan koreksi Oseen yang mempertimbangkan inersia — bahkan untuk aliran "sangat lambat". Ini menjadi pelajaran penting tentang perbedaan fundamental antara fisika 2D dan 3D.
← Kembali ke Daftar Paradoks