Demographic-economic Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Secara intuitif, kemakmuran seharusnya meningkatkan kemampuan membesarkan anak. Namun data global konsisten: pendapatan per kapita berkorelasi negatif kuat dengan tingkat kesuburan. Negara-negara terkaya (Jepang, Korea Selatan, negara Eropa Barat) memiliki TFR (Total Fertility Rate) di bawah replacement level (~2.1), sementara negara termiskin memiliki TFR tertinggi.

Penjelasannya multifaktorial: di negara kaya, biaya oportunitas memiliki anak lebih tinggi (terutama bagi wanita yang bekerja), pendidikan anak lebih mahal, anak bukan lagi aset ekonomi (tidak bekerja di ladang), dan pensiun tidak bergantung pada anak. Gary Becker memformalisasi ini sebagai trade-off antara kuantitas dan kualitas anak. Paradoks ini menjadi inti dari tantangan demografis global — penuaan populasi dan beban sosial yang menyertainya.

← Kembali ke Daftar Paradoks