European Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Istilah ini pertama kali muncul dalam kebijakan EU (1995): Eropa memiliki publikasi ilmiah dan paten berkualitas tinggi dalam rasio yang kompetitif, namun tertinggal jauh dari Amerika Serikat dan (kemudian) Asia dalam menciptakan perusahaan teknologi besar dan mengkomersialkan riset.

Penyebab yang diidentifikasi: budaya yang kurang toleran terhadap kegagalan bisnis, fragmentasi pasar (bahasa dan regulasi berbeda per negara), modal ventura yang kurang berkembang, dan insentif akademik yang menghargai publikasi lebih dari transfer teknologi. Paradoks ini mendorong program EU seperti Horizon dan European Innovation Council untuk menjembatani jurang ini — dengan hasil yang masih campuran.

← Kembali ke Daftar Paradoks