Hakim berkata: kamu akan digantung suatu hari antara Senin–Jumat, dan kamu tidak akan tahu harinya sampai tiba. Terpidana berargumen: tidak bisa Jumat (karena jika sampai Kamis malam belum digantung, dia pasti tahu). Tidak bisa Kamis (alasan yang sama, mundur). Dan seterusnya. Kesimpulan: eksekusi mustahil. Namun Rabu, algojo datang — dan terpidana benar-benar terkejut.
Paradoks ini menyentuh batas antara pengetahuan, pengetahuan tentang pengetahuan (epistemic logic), dan prediksi diri sendiri. Ini bukan sekadar trik — ia mengungkap bahwa sistem penalaran yang memasukkan "apa yang diketahui agen" bisa menghasilkan regres yang meruntuhkan kesimpulannya sendiri.
← Kembali ke Daftar Paradoks