James Gray (1936) menghitung bahwa hambatan hidrodinamis pada lumba-lumba yang berenang cepat membutuhkan daya otot 7× lebih besar dari yang dimiliki mamalia seukurannya. Paradoks ini mendominasi penelitian biomekanik selama puluhan tahun.
Resolusi bertahap: Gray meremehkan output otot lumba-lumba, meremehkan efisiensi gerakan ekor (flukes), dan mengabaikan manfaat berenang kelompok (drafting) serta bow riding. Kulit lumba-lumba juga memiliki properti viskoelastis yang memodifikasi lapisan batas turbulen. Penelitian ini menghasilkan inovasi baju renang Speedo Fastskin dan desain lambung kapal yang lebih efisien.
← Kembali ke Daftar Paradoks