French Paradox

← paradoks.kyo.fyi

Serge Renaud dan Michel de Lorgeril (1992) mempopulerkan paradoks ini setelah studi epidemiologi menunjukkan Prancis — dengan konsumsi brie, foie gras, dan mentega tinggi — memiliki angka kematian kardiovaskular yang jauh lebih rendah dari Amerika Serikat dan Inggris yang konsumsi lemak jenuhnya serupa.

Hipotesis yang diajukan: konsumsi wine merah (resveratrol, polifenol), pola makan Mediterania secara keseluruhan, porsi makan yang lebih kecil, dan kebiasaan makan lebih lambat. Namun meta-analisis terbaru menunjukkan paradoks ini sebagian adalah artefak statistik — lag time antara perubahan pola makan dan kematian kardiovaskular, serta underreporting penyakit. Manfaat wine merah kini lebih diperdebatkan dari sebelumnya.

← Kembali ke Daftar Paradoks